Senin, 28 April 2014

Sebelum Matahari Rebah di Pangkuan-Mu

Berangkat menuju renungan
telah banyak hal yang terlewatkan
lalu kembali menyusunnya satu satu
sebagai penyempurnaan puzzle yang terkoyak

ku sadar akan jalan ini yang terjal
Terjal yang memaksa berhenti berjalan
namun penghentian itu akan menambah jarak
jarak yang sesungguhnya sebentar lagi dalam dekapan
meski lautan lepas seakan tak memberi arah untuk bersandar

ku tahu tak banyak mudah yang terdapati kala melangkah
lebih banyak mengucurkan peluh malah
tapi adakah ketika telah berhenti
peluh bahkan darah ikut berhenti kala melangkah lagi?

berkata tentang jeda
itu hanya jeda
jeda bukan lama

aku berangkat
menuju renungan
mendekap jarak
sebelum matahari rebah di pangkuan-Mu




0 komentar:

Posting Komentar