Aku hanya bisa membawamu hingga gerbang
Setelah itu kaulah yang memilih untuk melangkah masuk atau
tidak.
Aku hanya bisa membiarkanmu memilih dari nuranimu.
Sebab, memilih mendalami dien ini takkan bisa dengan sebuah
tekanan ataupun keterpaksaan.
Aku hanya bisa memberi kata pengantar untukmu dari apa yang
telah aku ketahui.
Memberikan jawaban-jawaban atas keingintahuanmu
Lalu ketika kau memilih melangkah masuk, aku tahu kau tak
harus denganku.
Maka aku pun memilih untuk membiarkanmu tanpa harus
menuntunmu lebih jauh.
Kau bukanlah anak TK lagi yang harus ku bimbing ini dan itu
Usiamu yang sebenarnya bahkan telah melebihi usiaku
Ku yakin kamu bisa menemukan-Nya tanpaku.
Dan itu telah terbukti kan? Maaf, aku memang masih
mengawasimu.
Hanya dari jauh.
Agar ketika ku melihat arahmu mulai berlainan dari niat
awalmu, setidaknya aku masih bisa menegurmu.
Tapi lihatlah sekarang, dengan bangganya kau berkata kepada
mereka yang menanyaimu (lebih tepatnya mengolok-olokmu) : Ini sunnah
Rasulullah, melaksanakannya akan mendapat pahala.
Kau tahu? aku senang mendengar jawabanmu atas mereka itu.
Kini kau telah lebih
mementingkan cinta Allah dan Rasulullah ketimbang kata-kata mereka kepadamu.
Tanpa resah lagi, tanpa gundah lagi kau akan tersingkir dari
pergaulan mereka.
Meski jalan yang kau titi sekarang sungguh bukanlah jalan
yang mudah untuk kau rentasi
Tapi aku melihat, kau bisa berdiri sekokoh karang demi
sebuah kebenaran yang telah kau rengkuhi
Sungguh dik, kau tidak membutuhkanku lagi.
Kau bisa berjalan sendiri
Dan kau bisa mendapatkan Cahaya-Nya yang kau cari.
_Untukmu yang pernah bertanya tentang dien ini, aku bangga padamu_
(kampuz, 06-05-2014)

0 komentar:
Posting Komentar