Kamis, 03 April 2014

Aku mencintaimu karena Allah Ayah, sama seperti Ibu!



Diberanda usang kita, engkau tertidur. Garis-garis lelah semakin menampakkan usia senjamu ayah.. Pasti bebanmu sedemikian berat hingga engkau tertidur tanpa sengaja dikursi lusuh itu. Sesaat aku tersadar, engkau belum makan siang ini. Tapi aku tak ingin mengganggu tidurmu yang pulas itu.
Ayah, maafkan aku yang belum bisa membanggakanmu. Aku hanya mampu berdo'a kepada Allah agar sentiasa menyehatkanmu hingga aku mampu membuatmu bangga padaku ayah.
Ayah, engkaulah harta berharga yang ku miliki setelah ibu. Aku tak tahu bagaimana jika nanti aku kehilanganmu juga seperti saat aku kehilangan ibu beberapa waktu lalu. Sanggupkah aku ayah?
Sungguh akan selalu ku rindu senyummu seperti saat ku rindu senyum ibu.
Waktu akan berlalu, dan akan tiba saatnya engkau merelakanku kepada seseorang yg menggantikanmu. Ayah, bagaimana rasamu jika itu tiba?
Jika mungkin aku ingin menemani hari-hari tuamu hingga akhir, seperti saat aku menemani hari-hari ibu yang hingga sekarang kurasa hari-hari itu tak pernah cukup utk bersamanya. Aku ingin bersamanya lebih lama lagi. Begitu juga denganmu.
Terlalu mulukkah inginku ayah?
Maaf jika "ya".
Tapi aku mencintaimu karena Allah Ayah, sama seperti ibu!

0 komentar:

Posting Komentar