Di penghujung senja
Kutatap langit yang memerah saga
Ya...
Langit tlah berubah warna
Sedang angin tengah bersiap mengemas rencana baru
Sebelum mengucap salam terakhir
Dan berlalu mantap
Meski tertatih karena luka yg masih membekas nyata..
Kuingat mimpi yang dimainkan bintang
Yang malam ini tak ingin kuulang
Yang hanya ingin kulipat rapih dalam batin yang perih
Sebab mimpi nyatanya lebih tajam dari tepi ilalang..
Menyayat-nyayat sebongkah hati yang tlah perih..
Yang nyatanya lebih tajam dari baris hujan
Membentur dan menyobek batu-batu pada duka sungai..
Dan kutuliskan kenangan ini pada kesempurnaan luka yang tersayat..
Seusai menyusuri jejak berdarah pada tebing curam petualangan..
Lewat cermin, aku me,baca hitungan nafas yang tlah lepas...
Menatap kebisuan wakru yang mengepung...
Hingga senja berakhir
Hingga luka tak lagi mengalir...
Dan kini...
Kurajut benang-benang asa dan harapan menjadi bingkai kenangan
Kurenda sutera penghias impian malam...
Hingga esok,
Hingga kubangun gugusan karang dari pepasir..
Sebelum mentari membakar rerumputan...
Sebelum senja kembali merajam siang....
Sebelum daun usai memainkan embun....
Sebelum tangan kasih Tuhan membawaku pada keabadian..
(Tulisan ini ku tulis 2203'12 yang kutemukan lagi setelah mengotak-atik catatan sang Mutiara)
Minggu, 20 April 2014
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar