Kamis, 03 April 2014

Keegoan itu

Mungkin suara-suara samar itu hanya ingin membuat kita mengerti, maka beranjaklah dari keegoan dan memahami. karena hati bukanlah milik sendiri, tapi banyak hati yang dapat terlukai tanpa tersadari karena ego diri.
 Apakah setiap mentari menyinar harus menembusi semua ruang? tentu tidak kan? celah-celah kecil memang memungkinkan kegarangannya masuk. Tapi bukan untuk membakar. Tentu saja bukan. Hanya sekedar menerangi sebagian kecil sisi gelap. dan itu sudah cukup untuk kita membuka mata, melihat dalam kegelapan, membaca ruang, bahkan melangkah tanpa harus membawa matahari seutuhnya.
 Sederhana. cukup sederhana sebenarnya. Tapi entah mengapa memilih menjadikannya lebih rumit tak terkendali.
 Sampai mana harus bertahan dengan ego? Tak cukupkah bila mencoba melunakkan rasa dan sedikit mencoba memahami, mendengar dan merasakan? Bukannya menjadikannya batu. Batu yang tak peka sedangkan orang lain hanya menjadi penonton setia setiap pertunjukan!
 Mungkin. Mungkin saja sebenarnya. segala sesuatu dapat sejalan dengan yang bernama keegoan. Tapi apa jadinya? Apa jadinya jika ternyata hanya saling menyakiti, melukai? Menghakimi tanpa kata, tanpa suara. 
 Bisa. Itu Bisa saja sebenarnya. 
Tapi cinta akan mengendap, kasih akan lenyap, dan rindu takkan tertatap.
 
 
 

0 komentar:

Posting Komentar