Hujan pertama luruh dimusim ini
Ketika kumulai melukis langit dan mewarnainya dengan
pelangi
Sedang angin yang hinggap hanya sebentar saja
Sekejap menyapa lalu pergi entah kemana
Dan Aku.....
Aku kembali terdiam diantara bebatuan sunyi
Membiarkan gambar-gambar usang memenuhi rongga imaji
Kesunyianku tak beranjak sama sekali
Melontarkan riuh sepi alunan abadi
Ku lihat tebing kemarau yang dulu mengeringkan luka
berdarah
Membakar bening embun yang menari diujung mata
Merantai gerimis yang memahat bongkah derita
Meremukkan angin yang menghembuskan perih tawa
Lalu....
Ku susuri prosa dalam novel tua yang membangkitkan
kenangan
Merekam magma bahasa yang menuruni lereng-lereng
keheningan
Saat terhampar dijembatan kecemasan
Menyusun jengkal-jengkal waktu seperti jigsaw tak
terselesaikan
Namun......
Seketika ku ingin berlari di sepanjang bebatuan ini
Mencari matahari yang pernah hilang dalam mimpi
dan kan kulukisi lengkung malam sepanjang petang
Hingga lorong kehidupan melangkahkan kekosongan
0 komentar:
Posting Komentar