Masih nampak kerlingnya,
Masihkah aku berpura tak tahu perih?
Tika sayatan itu nampak jelas di dinding hati?
akh..
Dengan apa membenah suasana? sedang jiwa terus melamunkan wajah yang terhempas entah kemana
Masih jugakah harus kumaknai senyum itu dengan bahagia?
Memaknainya, melampaui sudut-sudut waktu
Masih terus kucari mimpi yang tak akan berujung perih
Meski pisaunya begitu nyata menaburkan dendam
bagi seruni berkalung rinai
dimana melodi yang melantun dalam sunyi?
bilakah memetik pucuk-pucuk seroja ditaman itu?
andai melodi nyenyak pada musim berganti
Tiadalah kan guna helai daun mimpi
apabila sunyi berselimut duri
masih terlalu gamang menafsir tasjid
aduhai
masihkah semangat menjadi dewa
merajai relung hati apabila rintih masih terdengar
Tapi sampai kapan?
sedang lajur waktu teruslah menyembelih tawa!
Senin, 07 April 2014
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar