Rabu, 29 Oktober 2014

Tentang Percaya

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Tentang percaya sepenuhnya.....
Ternyata itu masih sangat sulit untuk kulakukan. Kita tak pernah tahu bagaimana cara seseorang untuk merusak kepercayaan kita. Terkadang aku melihat betapa cantiknya sebuah pengkhianatan, betapa anggunnya sebuah kebohongan. Betapa sempurnanya cara menghilangkan kepercayaan.
Lalu setelah itu,
Sebuah kepercayaan akankah mudah terajut kembali?
Mungkin disuatu saat, kau melihatku begitu percaya. Tapi disini, di sekeping hati yang aku miliki. Tak akan pernah mudah. Ketika kata yang ku dengar hanyalah sebuah pemanis belaka.
Kau tahu?
Cobalah kedepan cermin!
Berkacalah dicermin itu. Kau akan melihat betapa sempurnanya dirimu. Tapi, cobalah berkaca pada cermin yang retak. Tak akan pernah kau dapati kesempurnaanmu. Retak-retak itu akan menghadirkan dirimu yang lain.
Kau tahu?
Cermin yang kau lihat di hadapanmu kini tak lain adalah kepercayaanku.
Sekali ia retak, takkan pernah bisa kembali utuh.

ah, aku harus percaya? mungkin aku masih memiliki alasan untuk sedikit percaya.
hanya perlu mengatakan : YA, AKU PERCAYA!
tapi lebih dari itu? mungkin tidak sama sekali.

namun, mengapa sekarang aku lebih menyukai warna hijau yaaa?? (Heii...Abaikan yang ini!)
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Minggu, 19 Oktober 2014

GUMAM

Mencoba terus bertahan dalam tegarku yang merapuh
Tangan-tangan malam seakan ingin membawaku menjauh.
Membawaku ke lembah ketakutan. ke lembah ketidakberdayaan

Aku ingin terbebas dari penjara kesakitan,
Aku ingin melihat duniaku yang penuh harapan,
Bukannya cermin-cermin buram dan dunia tanpa bayang...

Haruskah aku mengutuk?
Mengutuk Siapa?
Tuhan?
Diriku sendiri.

Mereka mengatakan ini kasih Tuhan
Bukankah lebih indah jika kasih dalam penyatuan?
Atau Tuhan memang tidak mengasihiku?
Mengapa ia tak segera membawaku ke singgasana abadiNya?
Menjadikanku bidadari atau budak siksaan

Aku mulai lelah
Bahkan untuk sekedar bertahan

_Bone, 19 Oktober 2014_

Rabu, 08 Oktober 2014

Ragumu Kasih

Sejenak. aku mencoba yakinkan diri. Membuang segala ketakutan. Meredam keraguan.
Sejenak. aku mulai yakin.
tapi seiring itu, engkau pun mulai rapuh dan meragu.
keraguan yang bahkan tak mampu aku hentikan.
Lantas, bagaimanakah kita akan menjalaninya kasih?

Ketika kita ingin memulai langkah pasti
Langkahmu tersurut bahkan sebelum melangkah
Lantas, bagaimana kita akan menahkodai perahu kita?
Lantas, bagaimana kita akan mengarungi samudera mimpi-mimpi kita, kasih?

Sejenak. aku pun kembali berfikir
Akan kemana engkau akan membawaku setelah ini.
ataukah kita tidak akan melangkah bersama lagi.

Aku tak tahu kasih.


Jumat, 03 Oktober 2014

untitled

Ruang tamu. aku menuliskan ini ditemani dingwa yang sedang asyik tiduran disofa. pasti kalian bertanya. siapa sih Dingwa?
dingwa itu kucing dirumah. sebenarnya kucing disini ada dua. yang satu lagi namanya encing. tapi yang satu itu taulah..doyannya kelayapan entah kemana. pulang tak cukup 1 atau 2 jam. kemudian pergi lagi.
ini apa sih?? mau bahas kucing atau apa???
sudahlah lupakan semua itu.
 dan.....














silahkan kembali ke aktivitas masing-masing.
:P :D