Jumat, 17 Januari 2014

Anak Jalanan : Tanggung jawab siapa?

roda selalu berputar. dan berbagai dinamika kehidupan telah menyesaki bumi. tahukah kalian, aku tak pernah merasa senang dengan sesuatu yang bernama penantian!. yah begitulah....kesabaranku selalu hilang hanya karena sebuah aktivitas yang sangat membosankan itu. gelisah. begitulah setiap kali harus menjalani. kapan tiba? kapan datang? sudah dimana? ngapain sih? kenapa belum datang? dan serentetan pertanyaan tambahan yang memenuhi tempurung kepalaku yang kacau. begitu kacaunya diriku karena sebuah hal. menunggu.

tapi aktivitasku kali ini mengubah persepsiku seketika. mengubah suasana hatiku yang selalu kacau apabila menunggu. mewarnai penantianku

Kamis, 09 Januari 2014

Isme-isme Bangsaku

lagi.
kali ini masih ditempat yang sama. sebenarnya dari tadi aku ingin menulis, mengetik lebih tepatnya. tapi ternyata dosenku keburu datang untuk memberikan ujian akhir semester. dengan sangat terpaksa ditunda.
hei..hei..lupakan itu!

kita akan membahas apa? ah yah. isme-isme Bangsaku. seperti yang sudah ada dijudul tulisan ini. 
kalian pasti sudah tahu apa yang aku maksudkan itu. ya! tak salah lagi.

masih ingat kepercayaan nenek moyang kita? yang menyembah batu besar, pohon besar, benda-benda pusaka? ada-ada saja, tapi tetap bagian dari sejarah yang pernah terjadi dimasa lampau. jangan salah. bahkan sampai sekarang masih ada yang memegang teguh kepercayaan itu meskipun notabenenya adalah muslim. yup.. animisme dan dinamisme. tidak percaya kalau masih banyak yang memegang teguh kepercayaan ini? kunjungi saja kampung-kampung pedalaman. meskipun tetap menjalankan rukun islam, tetapi mungkin memang, isme-isme ini sudah mendarah daging di masyarakat kita. na'udzubillah.

isme-isme itu tak berhenti sampai disitu. seiring berjalannya waktu, isme-isme pun mengalami revolusi besar-besaran. sudah tak asing lagi ditelinga kita tentang isme-isme dizaman modern ini. sebut saja kapitalisme, sekularisme, liberalisme, pluralisme. sudah semakin menjamur dinegeri ini, ujung-ujungnya mnciptakan individualisme sebagai anak keturunannya. atau dalam bahasa kerennya "Semau Gue"... coba bayangkan, jika konsep "Semau Gue" ini diterapkan oleh semua orang? bisa terbayang betapa kacaunya republik ini yang memang sudah sangat kacau dengan permasalahan-permasalahan yang tak kunjung selesai. tadi pagi kasus Hambalang kembali melengkapi program-program dichannel-channel TV. Century yang tak pernah berakhir, entah bagaimana kabarnya kini. 
kapitalisme di indonesia adalah cangkokan dari Eropa, tapi cangkok yang tidak berhasil alias gagal sehingga menimbulkan kesengsaraan bukan kesejahteraan. Parah...sungguh Parah keadaan Bangsaku. tambah lagi sekularisme yang memisahkan agama dari kehidupan. benarkah agama bisa dipisahkan dari kehidupan? aku teringat sebuah kisah dari novel Bumi Cinta karya Habiburrahman El- shirazy, seorang tokoh yang bernama Yelena yang Atheis, tapi ketika tengah sekarat di tengah salju yang memenuhi bumi moskwa yang dia ingat adalah Tuhan untuk menyelamatkan dirinya yang hampir membeku. haha..bahkan yang tidak percaya dengan adanya Tuhan pun bisa mengingat Tuhan. jadi sungguh sangat lucu dan miris jika pendapat mengatakan bahwa agama harus dipisahkan dari kehidupan. Agama hanya untuk ibadah sedangkan urusan manusia adalah manusia sendiri yang mengaturnya. apakah aliran darah yang mengalir ditubuh manusia itu dikendalikan oleh manusia? apakah detak jantung yang merupakan alat utama untuk hidup itu diatur oleh manusia? sungguh tidak. semua diatur oleh satu Tuhan yaitu Allah. nah jika untuk bisa hidup saja diatur oleh Tuhan, bagaimana bisa memisahkan aturan-aturan Tuhan dalam kehidupan kita? begitulah manusia, terlalu sombong dengan pengetahuannya yang sedikit.
lantas kemudian Pluralisme... ada sebuah statement yang mengatakan “Hakekat dan keselamatan bukanlah monopoli satu agama tertentu, semua agama menyimpan hakikat yang mutlak dan sangat agung, menjalankan masing-masing progam agama bisa menjadi sumber keselamatan”
Dari statement diatas bisa Berarti semua pemeluk agama itu masuk Surga.

Dan
berikut adalah statement dari orang yang sangat paham tentang Pluralisme tersebut dengan ungkapannya :

“Kalau anda menanyakan apa agama saya, saya tidak perlu menjawabnya, yang penting saya percaya sama Tuhan. Apakah saya menyebutnya All
ah seperti orang Islam atau menyebut Yesus seperti orang Kristen menyebut, atau Sidharta Budha Gautama seperti orang Budha menyebutnya. Itu adalah hubungan pribadi saya dengan Tuhan.”

Dari ungkapan itu, tersirat makna bahwa semua agama pada hakekatnya menyembah kepada Tuhan yang sama hanya beda dalam penyebutan, semuanya benar, tidak boleh mengklaim salah satu agama saja yang benar.

Sesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi Allah hanyalah Islam. (QS. 3:19)

mengapa? karena Islam lah Agama penyempurna semua agama samawi yang diturunkan Allah, Alqur'an adalah penyempurna Zabur, Taurat, dan Injil. semua hukum-hukum yang tidak ada didalam kitab sebelumnya sudah ada didalam Al-Qur'an dan dijelaskan dalam Alhadits dengan sangat jelas. pertanyaannya kemudian adalah ketika sudah ada yang sempurna didepan kita, mengapa kita mencari yang tidak sempurna lagi?
sebuah analogi misalnya, bagi seorang akhwat ketika datang kepadanya seorang ikhwan yang tampan, akhlaknya baik, kaya, pemahaman agamanya luas nan baik. sosok yang tidak memiliki kekurangan dimata akhwat, lantas datang ikhwan kedua, yang tampan, baik, kaya tapi cacat mental. apakah akan memilih yang kedua?

mengapa disebut cacat mental? karena tidak mau menerima kebenaran dari TuhanNya...hanya orang yang cacat mental yang enggan menerima kebenaran. :)
ditambah lagi Liberalisme, faham yang aneh. pernah dengan Islam Liberal? JIL? islam adalah tunduk, Liberal adalah bebas, maka Islam liberal itu adalah tunduk kepada kebebasan. begitulah kira-kira...hehe. maka liberalisme adalah faham tentang kebebasan. melakukan semuanya dengan bebas, lagi-lagi kamus "Semau Gue" terpakai disini. pasti sudah mengerti kan maksudnya? yah begitulah. 

akhirnya, isme-isme itu beranak yang bernama individualisme. wikipedia berkata Individualisme merupakan satu filsafat yang memiliki pandangan moral, politik atau sosial yang menekankan kemerdekaan manusia serta kepentingan bertanggung jawab dan kebebasan sendiri. Seorang individualis akan melanjutkan percapaian dan kehendak pribadi. Mereka menentang intervensi dari masyarakat, negara dan setiap badan atau kelompok atas pilihan pribadi mereka. Oleh itu, individualisme melawan segala pendapat yang menempatkan tujuan suatu kelompok sebagai lebih penting dari tujuan seseorang individu yang dengan sendiri adalah dasar kepada setiap badan masyarakat.

sekarang kehidupan individualisme telah menjamur dimasyarakat indonesia.
lihatlah disekeliling anda. coba saja tanyakan kepada orang-orang diibukota. siapa nama tetangganya? jika dia tahu, selamat untuk anda. tapi yakinlah sebagian besar tidak akan tahu nama tetangganya, apalagi berkaitan dengan kehidupan tetangganya? jangan ditanya lagi. apakah diantara kita juga begitu? adakah diantara kita yang tidak tahu siapa nama tetangga kita? na'udzubillah..

maka solusi untuk semua itu adalah kembali kepada Islam yang sesungguhnya. Islam yang sesuai dengan Al-Qur'an dan Sunnah. Islam yang telah mengatur segala sesuatunya dengan sangat bijak tanpa ada kekurangan sedikit pun, islam yang menyeimbangkan antara hak dan kewajiban, Islam yang tidak memandang kaya atau miskin, Islam yang memuliakan tetangga. sungguh indah kehidupan yang bernaung dibawah cahaya Islam.



Selasa, 07 Januari 2014

Rekayasa Negeriku

duduk. santai. di koridor kampuz. terlihat sibuk agaknya. ngotak-ngatik notebook. ngetik ini. ngetik itu. di temani suara-suara. suara diskusi, suara kejengkelan, suara tertawa, dan suara gitar yang diikuti lagu iwan fals berkumandang. sebenarnya aku suka lagu-lagu itu. sstt.. jangan bilang siapa-siapa. terlebih kepada maknanya yang mengandung pelajaran berharga. ditambah suara itu yang berasal dari seorang mahasiswa yang cukup pede, lumayan enak didengar yah..lengkaplah sudah. aku menikmati pagi ini.
sebenarnya ada yang ingin kulakukan....tapi apa yah? aku lupa. sepertinya penyakit alzheimerku (berlebihan) kambuh. entahlah mengapa, aku menjadi sangat pelupa akhir-akhir ini.
Aha! (bohlam bersinar), ada satu yang ku ingat, percakapanku dengan pelangi semalam. Rekayasa. yaahh... benar. dunia ini memang penuh dengan rekayasa, bahkan dalam lagu dandut pun diabadikan dalam sebuah judul, tak perlulah aku bernyanyi daripada terjadi sesuatu yang tidak diinginkan semisal gempa bumi..hehe

ngomongin masalah rekayasa, lalu bagian mana yang dapat kita percaya? benarkah sudah tidak ada yang dapat kita percaya?? semua sudah menjadi tipuan demi tipuan, untuk gelar, untuk jabatan, menjadi buas dan beringas adalah perkara kecil. yang kemudian dapat diskenariokan seolah-olah itu adalah sebuah kewajiban yang harus ditunaikan, bila tidak akan mendapat dosa.

ah. takut dosa.... apa masih ada yang peduli dengan dia?
sepertinya dia sudah menjadi barang kadaluwarsa. dan dibuang entah kemana lalu berganti berlomba-lomba mencari dosa.
ah...manusia. memang makhluk tak berdimensi.atau mungkin sudah menjadi makhluk tak berhati? sebagian besar iya. Hati hanya menjadi seonggok daging yang makin membusuk didalam raga. entah sudah bagaimana bentuknya. Hati bagi mereka, hanya sebagai pelengkap organ-organ dalam tubuhnya. Hati itu mati. kepada seorang Ayah aku pernah bertanya "bagaimana jadinya raga tanpa hati wahai ayah?" tapi lagi-lagi ayah pun menjadi makhluk tak berdimensi itu. tak ada jawaban pasti mengenai itu. namun ia menjawab.
" Hati telah tercuri oleh Merpati, dan berganti Cinta"

ah....Ayah..lagi-lagi berkisah tentang Cinta. bahkan didunia ini, cinta itu entah apa. aku tak mengerti apa-apa tentangnya. lalu apa? jawabku masih "entah". tak ada cinta yang dapat kulihat. semua hanya persaingan mendapatkan harta, gelar dan jabatan. mengorbankan nyawa orang lain untuk mendapatkannya. itulah negeriku yang telah menjadi negeri kapitalis. Humanisasi hanya wacana-wacana tak terlaksana. Hak Asasi hanya milik mereka yang berkuasa.

Rabu, 01 Januari 2014

Mujahid itu tetap hidup disisi Allah

bismillahirrohmanirrohim...

begitu banyak perlakuan-perlakuan keji dinegaraku ini. atas nama keselamatan bangsa mereka berlaku. tanpa mereka sadari. bangsa ini telah mereka jual sendiri. uang-uang yang berhamburan itu menjadi saksi, barang-barang mewah itu sebagai bukti. tapi mereka tetap mengelak dan mempercantik diri didepan televisi.

ada lagi bunyi-bunyian senapan yang menembak mati. atas nama pemberantasan teror dinegeri ini. tanpa mereka sadari. teror bangsa ini oleh mereka sendiri.

ah apalagi yang terjadi?
prihatin hanya basa-basi?
dimanakah hati-hati yang peduli?

apakah harus kini aku bersedih? menyaksikan gelimpangan darah memenuhi bumi?
ah..tidak..itu tidak boleh terjadi. bukankah janji Allah itu Pasti?
Allah berfirman :
" Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; bahkan mereka itu hidup[248] disisi Tuhannya dengan mendapat rezki. Mereka dalam keadaan gembira disebabkan karunia Allah yang diberikan-Nya kepada mereka, dan mereka bergirang hati terhadap orang-orang yang masih tinggal di belakang yang belum menyusul mereka[249], bahwa tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. Mereka bergirang hati dengan nikmat dan karunia yang yang besar dari Allah, dan bahwa Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang beriman. " (Qs.Ali imran :169-171)





jadi mengapa lagi harus bersedih dengan gelimpangan darah itu? ketika para mujahid telah mendapatkan kebahagiaan hakiki?