Senin, 02 Juni 2014

Merry Girl

Hujan.
aku suka hujan. meski tak bisa menikmatinya berlama-lama. tapi yang paling kusukai dari hujan adalah saat ia reda. saat itu biasanya akan muncul garis-garis warna yang mereka namakan pelangi. aku tak ingat sejak kapan aku selalu memandang pelangi ketika ia muncul dititian lazuardi. yang kuingat sekarang hanyalah aku suka pelangi. yah, aku suka pelangi.

Ada beberapa hal lagi yang kuingat tentang pelangi. ketika aku kecil, orang-orang dewasa melarangku untuk menunjuk pelangi. jika aku menunjuknya, maka aku harus menggigit jari telunjukku (yang kupakai menunjuk pelangi itu). katanya sih, karena menunjuk pelangi, pelangi bisa menjadi cepat hilang.#Mitos pertama
Kemudian, orang-orang dewasa sering bercerita -yang sempat kuyakini saat kecil- Dua ujung pelangi itu memiliki tempat masing-masing. jika ujung yang satu berasal dari kuburan anak kecil, maka ujung yang lain akan ada disebuah sumur atau sungai. katanya sih, para bidadari sedang main air disungai atau sumur itu, dan apabila pelangi mulai memudar sedikit-sedikit maka artinya bidadarinya sudah selesai main air.#Mitos kedua.

itu hanya kebodohan masa kecil kan?  dan aku tetap suka pelangi hingga saat ini. aku pernah menunggu disebuah ayunan dekat rumah ketika aku dibalikpapan kemaren. aku hanya menunggu pelangi. lebih tepatnya pelangi senja. dan itu ada. penantianku tak sia-sia. padahal aku tak pernah yakin bisa melihatnya. #Bodoh
Tapi nyatanya aku dapat melihatnya saat itu dan membuat sebuah puisi tentang pelangi senja. haha
mengapa aku suka hujan? karena dengan hujan aku dapat melihat pelangi yang ku cintai. itu kesimpulannya.

Pelangi. mungkin kau pernah membaca goresannya tentang "mereka yang memanggilku pelangi". sebenarnya itu hanya diriku yang aneh. seseorang yang tak ku kenal dan aku memintanya menjadi My Pelangi #Sok Memiliki (padahal tidak). mudah saja sebenarnya. aku ingin sebuah pelangi yang bisa aku dengar, bukan hanya dia yang mendengarkanku. seperti pelangi senja yang selalu ku ajak bicara itu namun diam saja. jadi aku menemukannya. menemukannya disebuah ruang, lalu menjadikannya Pelangiku. #haha (sudah kubilang aku aneh!)
 lalu yang lebih aneh, aku selalu menyebut diriku Sang Sunyi. tapi dia bersikeras mengatakan padaku, "Kau bukanlah Sang Sunyi, Kau selalu menghadirkan keceriaan ketika kita bertemu. jadi aku akan memanggilmu Merry, Merry Girl. sebenarnya aku mau memakai bahasa arab, tapi aku lebih bisa memakai bahasa inggris. jadi itu dari bahasa inggris yang artinya gadis periang" begitulah kira-kira kata-katanya waktu itu. dan resmilah aku menjadi My Merry Girl nya. (bahasa kacau).

dan, aku adalah orang kedua yang memanggilnya Pelangi. tentu saja aku penasaran dengan orang pertama itu. aha... dia orang yang teramat manis ternyata (meskipun aku tak pernah melihatnya apalagi menjilatnya). tapi itu kata pelangi #Baca lagi di Pelangi Kata

Baiklah Pelangi. Terima kasih dengan panggilan sayang "Merry Girl" darimu. cause dengan itu aku selalu bisa menjadi gadis periang meskipun sebenarnya aku tetaplah Sang Sunyi. #Hihihihi

bukankah jelas tentang Sang Sunyi? kau bahkan tidak mengenalnya dengan baik kan? tapi, Hei...apa aku sudah mengenalmu dengan baik? Entahlah, mungkin lebih banyak yang tidak ku kenal darimu. Oia, kau sudah membaca Ranggin Kaman itu kan? bacalah seksama sekali lagi. kau akan menemukan hasil dari percakapan kita. tentang bulan dan sebagainya. ingat gak ketika aku mengirim pesan kepadamu tentang bulan itu??? #ayolah kau pasti ingat! (karena aku takut tak bisa menyimpannya dengan baik, jadi ku sisipkan saja dia pada cerpen dan puisi. dan disaat membacanya kembali aku akan ingat. itu adalah kita).
soal mabit, aku tak bisa memberimu jawaban pasti. #maaf, (mungkin Kisna dan Lembayung bisa memberimu jawaban itu).
kau sendiri tahu kan, kondisiku? bom waktu yang siap meledak kapan saja didalam diriku. ingat tidak kita juga pernah membicarakan ini? #kukira disuatu malam

tapi dimana pun kita. Tugas kita hanya Melukis Cahaya dan membiarkan orang lain melihat cahaya kita yang telah kita lukis. Bukan begitu? 
Salam ceria untukmu.

_kau yang diujung sana, dan kau yang menghiasi langit yang bernama PELANGI_

 

0 komentar:

Posting Komentar