Selasa, 17 Juni 2014

Maaf bu, aku menangis lagi



Bu... Kau tahu? setelah kepergianmu aku selalu merasa benar-benar sendiri. Benar-benar sendiri bu. Aku tak punya teman. Aku selalu terasing dikeramaian ini. Mereka selalu melihatku baik-baik saja. Aku memang nampak baik-baik saja. Kau yang selalu mengajariku seperti itu meski tanpa memberitahuku. Tapi mereka salah bu, aku tak bisa benar-benar sepertimu. Aku kecewa dengan diriku sendiri. Aku rapuh. Sangat...sangat rapuh.
Bu tahukah kau, aku bahkan berfikir mengapa Allah tidak segera mengambilku juga? Meskipun terkadang aku sangat takut, sangat takut jika aku sebenarnya tidak siap dengan semua itu. Tapi aku pun selalu merasa itulah yang terbaik. Mungkin aku bisa bersamamu lagi. Apa aku sedang putus asa bu? Aku tak tahu.
Aku rindu bu. Aku rindu ibu ada disampingku. Menjagaku ketika tidur. Memelukku. Aku rindu. Denganmu aku tak pernah merasa sepi. Bu... apa aku masih kekanak-kanakkan?  
Bu... aku lelah, sangat...sangat lelah. Tak ada senyummu yang bisa membangkitkan semangatku lagi. Tak ada tubuhmu untuk kupeluk lagi (biasanya aku akan merasa lebih tenang ketika memelukmu). Getir hidup memangkah seperti ini bu? Kau mungkin pernah melaluinya lebih dari ini. Bagaimana aku bisa bertahan bu?
Maaf Bu, aku menangis lagi.
-17 juni 2014-
0:06 wita

0 komentar:

Posting Komentar