Bu... Kau tahu? setelah kepergianmu aku selalu merasa
benar-benar sendiri. Benar-benar sendiri bu. Aku tak punya teman. Aku selalu
terasing dikeramaian ini. Mereka selalu melihatku baik-baik saja. Aku memang
nampak baik-baik saja. Kau yang selalu mengajariku seperti itu meski tanpa
memberitahuku. Tapi mereka salah bu, aku tak bisa benar-benar sepertimu. Aku
kecewa dengan diriku sendiri. Aku rapuh. Sangat...sangat rapuh.
Bu tahukah kau, aku bahkan berfikir mengapa Allah tidak
segera mengambilku juga? Meskipun terkadang aku sangat takut, sangat takut jika
aku sebenarnya tidak siap dengan semua itu. Tapi aku pun selalu merasa itulah
yang terbaik. Mungkin aku bisa bersamamu lagi. Apa aku sedang putus asa bu? Aku
tak tahu.
Aku rindu bu. Aku rindu ibu ada disampingku. Menjagaku
ketika tidur. Memelukku. Aku rindu. Denganmu aku tak pernah merasa sepi. Bu...
apa aku masih kekanak-kanakkan?
Bu... aku lelah, sangat...sangat lelah. Tak ada senyummu
yang bisa membangkitkan semangatku lagi. Tak ada tubuhmu untuk kupeluk lagi
(biasanya aku akan merasa lebih tenang ketika memelukmu). Getir hidup memangkah
seperti ini bu? Kau mungkin pernah melaluinya lebih dari ini. Bagaimana aku
bisa bertahan bu?
Maaf Bu, aku menangis lagi.
-17 juni 2014-
0:06 wita
0 komentar:
Posting Komentar