Jumat, 21 Maret 2014

Karena Sebuah Maaf = Maaf itu Mahal???

Aku terkadang bingung dengan orang-orang yang ego. mementingkan dirinya sendiri. hanya karena dia pernah menjadi sesuatu. meskipun sekarang mungkin dia bukan sesuatu lagi. (sesuatu itu apa? apa saja).

Sebuah mobil sedan merah sedang menikmati perjalanannya ketika sebuah mobil avanza menyalipnya dan menyerempetnya. keduanya berhenti dan kedua pengemudinya keluar dari kendaraan mereka masing-masing. pengendara pertama adalah seorang pria yang berusia 35 tahun sedangkan pengendara kedua adalah seorang pria paruh baya berusia 50 tahun. mereka kemudian terlibat perdebatan yang cukup rumit. lalu kemudian mereka meninggalkan TKP menuju pos polisi.
 " Pak, Bapak harus minta maaf " kata pria pertama
 " Tidak bisa, kau tahu saya polisi?" jawab pria kedua.
 " seharusnya sebagai seorang polisi bapak harus memberikan teladan yang baik kepada masyarakat "
 " Pokoknya tidak bisa!!! saya lebih tua dari kamu!!!
Perdebatan itu masih terus berlanjut di pos polisi itu hingga dua jam lamanya yang membuat petugas pos keliyengan dan meminta mereka melanjutkannya di kepolisian sektor makassar. mereka pun melanjutkannya di polsek makassar. disana terjadi perdebatan serupa hingga dua jam juga. namun pada akhirnya, kasus itu dapat diselesaikan dengan damai setelah pengendara kedua meminta maaf.

Hanya karena sebuah maaf, masalah itu menjadi berlarut-larut dan membutuhkan waktu berjam-jam untuk diselesaikan. begitulah ego manusia.
kalian tahu?
pengendara pertama tak menuntut apa-apa selain kata maaf dari pengendara kedua. tetapi mengapa hal itu begitu sangat sulit? alasannya, karena pengendara yang bersalah itu enggan mengakui kesalahannya dan meminta maaf. dia mempersulit dirinya sendiri dengan "sesuatu" yang melekat didirinya itu.

ah kawan, sungguh memohon maaf itu tidak akan membuatmu hina, tapi akan dihargai apalagi jika engkau adalah "sesuatu" yang tidak membawa-bawa "sesuatu" itu sebagai keangkuhan diri.

tapi jangan juga karena maaf itu mudah, kau lebih suka berbuat salah. maka itu juga salah besar.

0 komentar:

Posting Komentar