duduk. santai. di koridor kampuz. terlihat sibuk agaknya. ngotak-ngatik notebook. ngetik ini. ngetik itu. di temani suara-suara. suara diskusi, suara kejengkelan, suara tertawa, dan suara gitar yang diikuti lagu iwan fals berkumandang. sebenarnya aku suka lagu-lagu itu. sstt.. jangan bilang siapa-siapa. terlebih kepada maknanya yang mengandung pelajaran berharga. ditambah suara itu yang berasal dari seorang mahasiswa yang cukup pede, lumayan enak didengar yah..lengkaplah sudah. aku menikmati pagi ini.
sebenarnya ada yang ingin kulakukan....tapi apa yah? aku lupa. sepertinya penyakit alzheimerku (berlebihan) kambuh. entahlah mengapa, aku menjadi sangat pelupa akhir-akhir ini.
Aha! (bohlam bersinar), ada satu yang ku ingat, percakapanku dengan pelangi semalam. Rekayasa. yaahh... benar. dunia ini memang penuh dengan rekayasa, bahkan dalam lagu dandut pun diabadikan dalam sebuah judul, tak perlulah aku bernyanyi daripada terjadi sesuatu yang tidak diinginkan semisal gempa bumi..hehe
ngomongin masalah rekayasa, lalu bagian mana yang dapat kita percaya? benarkah sudah tidak ada yang dapat kita percaya?? semua sudah menjadi tipuan demi tipuan, untuk gelar, untuk jabatan, menjadi buas dan beringas adalah perkara kecil. yang kemudian dapat diskenariokan seolah-olah itu adalah sebuah kewajiban yang harus ditunaikan, bila tidak akan mendapat dosa.
ah. takut dosa.... apa masih ada yang peduli dengan dia?
sepertinya dia sudah menjadi barang kadaluwarsa. dan dibuang entah kemana lalu berganti berlomba-lomba mencari dosa.
ah...manusia. memang makhluk tak berdimensi.atau mungkin sudah menjadi makhluk tak berhati? sebagian besar iya. Hati hanya menjadi seonggok daging yang makin membusuk didalam raga. entah sudah bagaimana bentuknya. Hati bagi mereka, hanya sebagai pelengkap organ-organ dalam tubuhnya. Hati itu mati. kepada seorang Ayah aku pernah bertanya "bagaimana jadinya raga tanpa hati wahai ayah?" tapi lagi-lagi ayah pun menjadi makhluk tak berdimensi itu. tak ada jawaban pasti mengenai itu. namun ia menjawab.
" Hati telah tercuri oleh Merpati, dan berganti Cinta"
ah....Ayah..lagi-lagi berkisah tentang Cinta. bahkan didunia ini, cinta itu entah apa. aku tak mengerti apa-apa tentangnya. lalu apa? jawabku masih "entah". tak ada cinta yang dapat kulihat. semua hanya persaingan mendapatkan harta, gelar dan jabatan. mengorbankan nyawa orang lain untuk mendapatkannya. itulah negeriku yang telah menjadi negeri kapitalis. Humanisasi hanya wacana-wacana tak terlaksana. Hak Asasi hanya milik mereka yang berkuasa.
Selasa, 07 Januari 2014
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar