begitu banyak perlakuan-perlakuan keji dinegaraku ini. atas nama keselamatan bangsa mereka berlaku. tanpa mereka sadari. bangsa ini telah mereka jual sendiri. uang-uang yang berhamburan itu menjadi saksi, barang-barang mewah itu sebagai bukti. tapi mereka tetap mengelak dan mempercantik diri didepan televisi.
ada lagi bunyi-bunyian senapan yang menembak mati. atas nama pemberantasan teror dinegeri ini. tanpa mereka sadari. teror bangsa ini oleh mereka sendiri.
ah apalagi yang terjadi?
prihatin hanya basa-basi?
dimanakah hati-hati yang peduli?
apakah harus kini aku bersedih? menyaksikan gelimpangan darah memenuhi bumi?
ah..tidak..itu tidak boleh terjadi. bukankah janji Allah itu Pasti?
Allah berfirman :
" Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; bahkan mereka itu hidup[248] disisi Tuhannya dengan mendapat rezki. Mereka dalam keadaan gembira disebabkan karunia Allah yang diberikan-Nya kepada mereka, dan mereka bergirang hati terhadap orang-orang yang masih tinggal di belakang yang belum menyusul mereka[249], bahwa tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. Mereka bergirang hati dengan nikmat dan karunia yang yang besar dari Allah, dan bahwa Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang beriman. " (Qs.Ali imran :169-171)
jadi mengapa lagi harus bersedih dengan gelimpangan darah itu? ketika para mujahid telah mendapatkan kebahagiaan hakiki?
0 komentar:
Posting Komentar