mungkin imanku telah berada dititik nadir saat ini. Dititik yang paling rendah.
aku malu bertemu denganNya dan jika harus bertemu denganmu.
namun aku harus bagaimana dengan hati yang bahkan begitu sulit untuk ku kendalikan? aku harus bagaimana dengan hati yang bahkan tak tahu sejak kapan merindumu?.
Sungguh...
aku malu....
aku malu kepada diriku sendiri.
bahkan jilatan api nerakaNya pun mungkin takkan cukup untuk menghisab hatiku. Aakhh...
Entah telah berapa banyak pesan-pesan yang kutulis dan tak pernah tersampai kepadamu. aku hanya menulisnya dan menghapusnya lagi.
itu kebodohanku yang paling bodoh. seharusnya tak pernah kutulis pesan-pesan itu.
Sabtu, 16 Agustus 2014
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar